Dalam dunia otomasi industri, menggerakkan satu motor saja sudah cukup mudah. Namun, mengatur tiga atau lebih sumbu agar bekerja sebagai satu kesatuan memerlukan strategi pengendalian yang canggih. Baik Anda sedang membuat gantri khusus atau robot berengsel, gerak terkoordinasi mempermudah perhitungan ruang yang rumit. Teknologi ini memungkinkan beberapa sambungan mencapai tujuan secara bersamaan, memastikan jalur mesin yang halus dan dapat diprediksi.
Dalam bidang otomasi industri, ketelitian dalam penanganan bahan adalah dasar dari mutu produksi. Artikel ini membahas penerapan praktis sistem pencampuran dan penimbangan empat bahan menggunakan Siemens TIA Portal. Dengan menggabungkan logika kendali berbasis berat dan waktu, para insinyur dapat menciptakan solusi serbaguna untuk kebutuhan otomasi pabrik.
Otomasi industri dalam pengolahan atau manufaktur makanan sering kali memerlukan solusi pemanasan yang disesuaikan, terutama ketika produk yang berbeda memerlukan suhu yang berbeda untuk hasil yang optimal. Sebuah oven konveyor yang dikendalikan PLC dapat mengotomatisasi dan mengoptimalkan pemanasan berbagai produk dalam satu proses, memastikan kualitas dan efisiensi yang konsisten. Artikel ini membahas solusi pemrograman PLC menggunakan Omron CX-Programmer, yang mengendalikan proses pemanasan untuk produk pada sistem konveyor, menyesuaikan suhu oven berdasarkan jenis produk, dan menghitung produk saat mereka menjalani pemanasan.
Dalam sistem akuakultur modern, memastikan kualitas air yang optimal, pemberian pakan yang terkontrol, dan aerasi yang efisien sangat penting untuk menjaga kesehatan ikan dan organisme air lainnya. Dengan meningkatnya otomatisasi dalam proses industri, integrasi SIMATIC PLC (Programmable Logic Controllers) untuk mengelola sistem akuakultur memberikan solusi yang andal dan efisien. Artikel ini membahas penggunaan pemrograman SIMATIC STEP7 PLC untuk mengotomatisasi fungsi utama seperti pemberian pakan, aerasi, dan pemantauan kualitas air dalam sistem akuakultur.
Dengan memanfaatkan PLC, sistem akuakultur dapat dipantau dan dikendalikan secara real-time, dengan sensor yang melacak tingkat pH, suhu, dan level air. PLC memproses data ini, mengaktifkan alarm ketika nilai melebihi ambang batas yang telah ditetapkan, memastikan sistem tetap dalam kondisi operasi yang ideal.
Manajemen air yang efektif sangat penting untuk operasi bendungan, terutama dalam mencegah banjir dan menjaga tingkat reservoir. Penggunaan Programmable Logic Controllers (PLC) telah menjadi solusi standar untuk mengotomatisasi pemantauan dan pengendalian tingkat air di bendungan. Dengan menerapkan sistem berbasis PLC, operator dapat mengendalikan pintu bendungan, pompa, dan katup drainase dari jarak jauh, meminimalkan intervensi manusia sekaligus memastikan keselamatan struktur. Artikel ini membahas desain dan fungsi sistem PLC yang digunakan untuk pengendalian pintu bendungan otomatis, termasuk lima tingkat alarm untuk peringatan dini banjir dan pengaturan aliran air otomatis.