Dalam sistem akuakultur modern, memastikan kualitas air yang optimal, pemberian pakan yang terkontrol, dan aerasi yang efisien sangat penting untuk menjaga kesehatan ikan dan organisme air lainnya. Dengan meningkatnya otomatisasi dalam proses industri, integrasi SIMATIC PLC (Programmable Logic Controllers) untuk mengelola sistem akuakultur memberikan solusi yang andal dan efisien. Artikel ini membahas penggunaan pemrograman SIMATIC STEP7 PLC untuk mengotomatisasi fungsi utama seperti pemberian pakan, aerasi, dan pemantauan kualitas air dalam sistem akuakultur.
Dengan memanfaatkan PLC, sistem akuakultur dapat dipantau dan dikendalikan secara real-time, dengan sensor yang melacak tingkat pH, suhu, dan level air. PLC memproses data ini, mengaktifkan alarm ketika nilai melebihi ambang batas yang telah ditetapkan, memastikan sistem tetap dalam kondisi operasi yang ideal.
Manajemen air yang efektif sangat penting untuk operasi bendungan, terutama dalam mencegah banjir dan menjaga tingkat reservoir. Penggunaan Programmable Logic Controllers (PLC) telah menjadi solusi standar untuk mengotomatisasi pemantauan dan pengendalian tingkat air di bendungan. Dengan menerapkan sistem berbasis PLC, operator dapat mengendalikan pintu bendungan, pompa, dan katup drainase dari jarak jauh, meminimalkan intervensi manusia sekaligus memastikan keselamatan struktur. Artikel ini membahas desain dan fungsi sistem PLC yang digunakan untuk pengendalian pintu bendungan otomatis, termasuk lima tingkat alarm untuk peringatan dini banjir dan pengaturan aliran air otomatis.
Dalam lanskap industri dan komersial yang serba cepat saat ini, akurasi dan efisiensi sangat penting. Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana timbangan supermarket dapat langsung menampilkan berat yang tepat atau bagaimana perusahaan pengiriman menentukan berat paket dengan presisi seperti itu? Jawabannya terletak pada komponen yang sederhana namun kuat—sensor berat. Meskipun tampak sederhana, sensor ini memainkan peran penting dalam mencapai "persepsi berat" yang tepat di berbagai industri.
Menanggapi meningkatnya permintaan akan energi, utilitas, dan komoditas, masa depan Sistem Kontrol Terdistribusi (DCS) menjadi sangat penting untuk pembangunan berkelanjutan. White paper baru dari ABB, berjudul "Masa Depan DCS: Visi ABB untuk Sistem Otomasi Proses," membahas bagaimana sistem otomasi proses akan mendukung transformasi digital industri dan pergeseran menuju energi berkelanjutan. White paper ini menguraikan bagaimana DCS akan berkembang untuk mendorong produktivitas, keselamatan, dan efisiensi, sambil memungkinkan operasi yang lebih hijau dan berkelanjutan.
ABB telah mengumumkan akuisisi Netcontrol, penyedia terkemuka solusi otomasi jaringan listrik untuk utilitas dan operator infrastruktur kritis. Langkah strategis ini memperkuat posisi ABB di pasar otomasi jaringan yang berkembang pesat, menjawab kebutuhan yang meningkat akan jaringan listrik yang terdigitalisasi dan tangguh di tengah transisi energi global yang sedang berlangsung.
Otomasi industri sedang mengalami perubahan transformasional seiring teknologi baru terus membentuk ulang operasi manufaktur. Dengan nilai pasar yang diproyeksikan sebesar $378,57 miliar pada tahun 2030, industri siap untuk pertumbuhan yang substansial. Integrasi dari Internet Industri untuk Segala (IIoT), Industri 4.0, AI, komputasi edge, robot kolaboratif, dan 5G sedang meningkatkan efisiensi operasional, memungkinkan pemeliharaan prediktif, dan meningkatkan pemantauan data waktu nyata. Artikel ini mengeksplorasi tren utama dalam otomasi industri yang akan mendorong kemajuan industri pada tahun 2025 dan seterusnya.