Emerson baru-baru ini mengumumkan acara unggulannya, OPTIMIZE 26, yang dijadwalkan pada 11-14 Mei di Houston. Konferensi utama ini berfungsi sebagai pusat global bagi pengguna solusi AspenTech. Acara ini secara khusus menargetkan para profesional di bidang otomasi proses dan sektor tenaga. Para peserta akan mengeksplorasi bagaimana teknologi pengoptimalan canggih dan kecerdasan buatan industri mendefinisikan ulang pembuatan modern.
Kabel lentur menjadi tulang punggung sistem otomasi industri modern. Kabel ini mengalirkan tenaga, sinyal, dan data berkecepatan tinggi antara komponen yang bergerak.
Berbeda dengan kawat biasa, kabel robotik tahan terhadap pembengkokan dan puntiran terus-menerus. Oleh karena itu, para insinyur merancangnya untuk aplikasi dinamis seperti mesin yang dikendalikan PLC dan sistem kendali berbasis DCS.
Dalam otomasi pabrik, kabel menghadapi minyak, pendingin, getaran, dan perubahan suhu. Selain itu, gangguan elektromagnetik dari penggerak dan motor mengancam keutuhan sinyal. Karena itu, produsen menggabungkan pelindung canggih dan bahan selubung yang kuat.
Dari pengalaman saya dalam proyek otomasi, kegagalan kabel sering menyebabkan waktu henti yang tidak direncanakan. Kabel lentur yang dipilih dengan tepat secara signifikan memperpanjang waktu operasi sistem.
Siemens AG telah mengumumkan kerja sama keamanan siber yang digerakkan oleh kecerdasan buatan dengan Nvidia dan mitra terpilih. Inisiatif ini berfokus pada pengamanan otomasi industri dan lingkungan teknologi operasional.
Meski menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan pergeseran geopolitik, Rockwell Automation melihat permintaan yang kuat untuk teknologinya di seluruh Amerika Latin. Perusahaan memasuki tahun 2026 dengan memanfaatkan portofolio beragam yang mencakup berbagai sektor industri. Dengan fokus pada otomasi industri dan transformasi digital, Rockwell membantu klien mempertahankan kelincahan selama fluktuasi pasar. Akibatnya, wilayah ini telah menjadi titik fokus untuk proyek-proyek penting di bidang energi, ilmu hayat, dan industri berat.
ABB baru-baru ini meluncurkan inisiatif "Otomasi Terpadu" di Jakarta, menandai lompatan penting dalam cara industri berat mendekati transformasi digital. Dengan mengembangkan Sistem Kontrol Terdistribusi (DCS) tradisional, ABB menyediakan peta jalan terstruktur bagi perusahaan untuk memodernisasi tanpa risiko gangguan operasional. Perubahan strategis ini menjawab kebutuhan mendesak akan kelenturan di pasar global yang semakin tidak menentu.
Siemens, bekerja sama dengan Expert Technologies Group dan RMGroup, telah meluncurkan kemampuan pembuatan robot bergerak otonom (AMR) yang sepenuhnya dapat disesuaikan pertama di Inggris. Kemitraan perintis ini menandai tonggak penting bagi otomasi industri Inggris, menawarkan solusi yang lentur dan dapat diperluas bagi para produsen untuk meningkatkan produktivitas dan menyederhanakan proses penanganan bahan.