Pada Forum Ekonomi Dunia 2026 di Davos, dialog seputar otomasi industri bergeser dari potensi teoretis ke pelaksanaan praktis. CEO Otomasi Industri Schneider Electric, Gwenaelle Avice Huet, menekankan bahwa industri telah mencapai titik balik yang menentukan. Perusahaan kini bergerak melampaui proyek percontohan untuk mengintegrasikan otomasi industri sebagai penggerak utama daya saing dan netralitas karbon.
Pameran Elektronik Konsumen 2026 (CES) menandai perubahan penting bagi lanskap teknologi dunia. Kecerdasan buatan resmi telah melewati fase "gembar-gembor" dan memasuki masa penerapan massal. Para pemimpin industri menunjukkan bahwa otomasi industri dan kecerdasan buatan bukan lagi konsep percobaan. Sebaliknya, teknologi ini kini berfungsi sebagai alat penting untuk dampak bisnis yang terukur di seluruh dunia.
Otomasi industri modern mengandalkan aliran data yang lancar antara perangkat keras dan perangkat lunak. Sistem seperti DCS (Sistem Kontrol Terdistribusi) dan SCADA berperan sebagai otak pusat, mengumpulkan sinyal dari perangkat lapangan. Perangkat ini meliputi PLC, RTU, dan IED. Tanpa komunikasi yang standar, perangkat keras dari berbagai pemasok tidak dapat berinteraksi secara efektif. Seiring sektor pembangkit listrik dan pembuatan barang mengadopsi digitalisasi, para insinyur harus menguasai protokol TI dan OT untuk memastikan keandalan sistem.
Sementara Industri 4.0 menjanjikan revolusi melalui hiper-konektivitas, banyak organisasi menghadapi keterbatasan yang tidak terduga. Ketergantungan berat pada otomasi industri seringkali mengesampingkan elemen manusia, menciptakan krisis "Manusia Keluar Dari Siklus" (HOOTL). Industri 5.0 kini muncul sebagai koreksi yang diperlukan, bergerak melampaui efisiensi murni untuk memprioritaskan kreativitas dan ketahanan manusia.
Siemens siap menghadirkan masa depan otomasi industri dengan showroom mobile inovatif eXplore Tour, yang akan debut di CES 2026. Kendaraan unik dengan 18 roda ini bukan hanya pameran bergerak tetapi juga pengalaman interaktif yang dirancang untuk menampilkan solusi industri mutakhir. Dengan membawa teknologi tercanggih langsung ke produsen di seluruh Amerika Serikat, Siemens bertujuan untuk menunjukkan bagaimana transformasi digital, yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI) dan otomasi, dapat membentuk masa depan manufaktur.
Industri manufaktur global semakin mendapat tekanan untuk mengurangi jejak karbonnya dan beralih ke praktik yang lebih berkelanjutan. Model rantai pasokan tradisional sering kali kesulitan memenuhi tuntutan baru ini, terutama dalam hal efisiensi sumber daya dan responsivitas. Schneider Electric telah mengambil langkah signifikan dalam mengatasi tantangan ini, mempelopori rantai pasokan hijau menyeluruh yang mengintegrasikan desain hijau, pengadaan hijau, manufaktur hijau, pengiriman hijau, dan operasi hijau. Pendekatan komprehensif ini menetapkan standar baru untuk praktik industri yang berkelanjutan dan rendah karbon.